Today

Daging Sapi Sudah Direbus Lama Tapi Masih Alot? Ini Cara Merebus Daging Agar Empuk dan Tidak Bau

Cara Merebus Daging Agar Empuk dan Tidak Bau

Dimasa-masa Hari raya Idul Adha, biasanya kita dapat daging kurban (bisa daging sapi ataupun domba/kambing). Nah kebanyakan orang biasanya langsung dibuat jadi sate, tapi jika mau dimasak lain Anda wajib mengetahui Cara merebus daging agar empuk.

Kenapa harus mengetahui cara merebus dagingnya yang benar? karena Tidak sedikit yang mengeluhkan daging sudah direbus lebih dari satu jam, tetapi teksturnya masih keras dan sulit dikunyah.

Masalah ini membuat proses memasak menjadi lebih lama, penggunaan gas lebih boros, dan hasil masakan kurang memuaskan. Padahal, daging yang alot biasanya bukan karena kualitasnya buruk, melainkan karena teknik pengolahannya kurang tepat.

Menariknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membuat daging sapi maupun daging kambing menjadi lebih empuk tanpa harus menggunakan panci presto. Bahkan sebagian metode ini sudah lama digunakan oleh pelaku usaha kuliner dan juru masak profesional.

Lalu, bagaimana cara merebus daging agar empuk sekaligus mengurangi bau amis atau prengus yang sering muncul? Simak tips yang sudah kitaswara buatkan ya.

Cara Olah Daging Sapi / Kambing Agar Tidak Alot?

Banyak orang menganggap semakin lama direbus maka daging pasti semakin empuk. Faktanya tidak selalu demikian.

Daging mengandung serat otot dan jaringan ikat yang disebut kolagen. Pada bagian tertentu seperti sengkel, paha, sandung lamur, atau bagian kaki, kandungan kolagen lebih tinggi sehingga membutuhkan teknik memasak yang tepat.

Baca Juga  Cara Mudah Mengelola Keuangan untuk Gen Z

Jika proses perebusan tidak dilakukan dengan benar, serat daging justru bisa menjadi keras dan alot.

Hal yang sama juga sering terjadi pada daging kambing, terutama jika berasal dari hewan yang usianya lebih tua.

(1) Jangan Langsung Merebus Daging yang Baru Keluar dari Freezer

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung memasukkan daging beku ke dalam panci.

Perubahan suhu yang terlalu drastis dapat membuat bagian luar daging matang lebih cepat sementara bagian dalam masih dingin.

Akibatnya, tekstur daging menjadi kurang merata dan membutuhkan waktu lebih lama untuk empuk.

Sebaiknya keluarkan daging terlebih dahulu hingga mencapai suhu ruang sebelum mulai diolah.

(2) Gunakan Teknik Rebus 5-30-7 yang Hemat Gas

Belakangan, teknik rebus 5-30-7 menjadi salah satu metode yang banyak dibagikan karena dianggap praktis dan hemat energi.

Caranya cukup mudah:

  • Rebus daging hingga air mendidih selama 5 menit.
  • Matikan kompor dan tutup rapat panci selama 30 menit.
  • Nyalakan kembali kompor lalu rebus selama 7 menit.

Panas yang terperangkap di dalam panci akan terus bekerja melunakkan serat daging tanpa perlu api menyala terus-menerus.

Metode ini cocok digunakan untuk mengolah daging sapi kurban maupun daging kambing dalam jumlah cukup banyak.

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Daging Sapi

Selain alot, keluhan lain yang sering muncul adalah aroma amis yang masih terasa setelah direbus.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menambahkan beberapa rempah alami ke dalam air rebusan seperti:

  • Jahe.
  • Serai.
  • Daun salam.
  • Bawang putih.
  • Cengkeh.
  • Kayu manis.

Rempah-rempah tersebut membantu mengurangi aroma amis sekaligus membuat kaldu menjadi lebih harum.

Metode ini sering digunakan saat membuat sop daging sapi, semur, rawon, maupun bakso.

Baca Juga  Cara Membisukan Grup Snapchat

Cara Mengurangi Bau Prengus pada Daging Kambing

Berbeda dengan daging sapi, daging kambing biasanya memiliki aroma khas yang sering disebut prengus.

Untuk menguranginya, hindari mencuci daging terlalu lama karena justru dapat memperkuat aroma tersebut.

Sebagai gantinya, gunakan rempah-rempah seperti:

  • Jahe.
  • Ketumbar.
  • Serai.
  • Daun jeruk.
  • Kayu manis.

Kombinasi bahan tersebut dapat membantu menghasilkan aroma masakan yang lebih segar dan menggugah selera.

Cara Membuat Daging Terasa Empuk Tanpa di Rebus

Nah, selain daging yang kita olah harus direbus terlebih dahulu agar empuk dan menghilangkan bau anyir atau prengus. Ada cara lainnya yang lebih praktis tanpa harus direbus.

Yaitu memanfaatkan daun pepaya dan buah nanas. Simak penjelasan detailnya berikut ini :

Daun Pepaya Bisa Membantu Mengempukkan Daging

Tips tradisional yang masih banyak digunakan hingga sekarang adalah memanfaatkan daun pepaya.

Daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu membantu memecah protein dan serat daging. Cara ini biasanya saya lakukan ketika daging segar yang baru didepan langsung dijadikan sate. Setelah dipotong-potong dan dimarinasi bumbu, biasanya dibungkus dengan daun pepaya agar empuk.

Cek di artikel tentang resep olahan daging kurban ala chef terkenal, buat anda yang bingung cari ide mengolah dagingnya.

Caranya cukup sederhana:

  • Bungkus daging menggunakan daun pepaya.
  • Diamkan selama 20 hingga 30 menit.
  • Bilas sebelum direbus atau dimasak.

Teknik ini cukup populer saat mengolah daging kurban karena dapat membantu mempercepat proses pelunakan tanpa bahan kimia tambahan.

Gunakan Nanas, Tapi Jangan Terlalu Lama

Selain daun pepaya, nanas juga dikenal sebagai pelunak alami.

Buah ini mengandung enzim bromelain yang dapat membantu memecah jaringan protein pada daging.

Namun, penggunaannya harus diperhatikan.

Baca Juga  Sembelit pada anak: Apa yang perlu diketahui orang tua

Cukup lumuri daging dengan parutan nanas selama 10 hingga 15 menit. Jika terlalu lama, tekstur daging bisa menjadi terlalu lembek dan kehilangan kekenyalannya.

Kesalahan yang Sering Membuat Daging Tetap Keras

Ada beberapa kebiasaan yang justru membuat daging sulit empuk meskipun sudah direbus lama.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Menggunakan api besar sepanjang proses memasak.
  • Langsung memotong daging terlalu kecil sebelum direbus.
  • Tidak memberi waktu istirahat setelah perebusan.
  • Tidak menggunakan tutup panci saat memasak.
  • Memasukkan garam terlalu banyak di awal proses.

Kesalahan-kesalahan tersebut sering tidak disadari tetapi sangat berpengaruh terhadap hasil akhir masakan.

Potong Daging Melawan Arah Serat

Setelah daging matang, cara memotong juga menentukan teksturnya saat dimakan.

Usahakan memotong daging melawan arah serat.

Teknik ini membuat serat menjadi lebih pendek sehingga daging terasa lebih empuk saat dikunyah.

Metode sederhana ini banyak diterapkan pada hidangan steak, sate, semur, hingga sop daging.

Cocok untuk Mengolah Daging Kurban

Tips-tips di atas sangat relevan menjelang Hari Raya Iduladha ketika banyak keluarga menerima daging kurban.

Baik daging sapi maupun daging kambing, keduanya membutuhkan penanganan yang tepat agar hasil masakan lebih maksimal.

Dengan teknik yang benar, daging kurban bisa diolah menjadi berbagai menu favorit seperti gulai, tongseng, sate, semur, rawon, sop buntut, hingga bakso rumahan.

Kesimpulan

Cara merebus daging agar empuk tidak selalu membutuhkan panci presto atau waktu memasak berjam-jam. Kuncinya terletak pada teknik yang digunakan sejak awal.

Metode rebus 5-30-7, penggunaan daun pepaya atau nanas, serta penambahan rempah-rempah alami dapat membantu menghasilkan daging sapi maupun daging kambing yang lebih empuk dan tidak bau.

Jika selama ini daging yang Anda masak masih terasa alot meski sudah direbus lama, kemungkinan ada langkah penting yang terlewat dalam proses pengolahannya.

Related Post