Today

Kuning Telur Rebus Berubah Hijau, Apakah Masih Aman Dimakan? Ternyata Ini Penyebab yang Jarang Diketahui

Amanda Karim

Kuning Telur Rebus Berubah Hijau

Kuning telur rebus berwarna hijau sering membuat banyak orang ragu untuk memakannya. Tidak sedikit yang langsung membuang telur karena mengira warnanya yang berubah merupakan tanda makanan sudah rusak atau bahkan mengandung zat berbahaya.

Padahal, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi di dapur rumah tangga. Anda mungkin pernah merebus telur untuk sarapan, bekal anak sekolah, atau menu diet. Saat dibelah, bagian kuning telur tampak dikelilingi lapisan hijau keabu-abuan yang membuat tampilannya terlihat tidak biasa.

Lalu muncul pertanyaan yang sama: apakah telur tersebut masih aman dimakan?

Jawabannya mungkin akan mengejutkan banyak orang. Dalam sebagian besar kasus, telur rebus yang memiliki cincin hijau di sekitar kuningnya tetap aman untuk dikonsumsi. Warna tersebut bukan berasal dari jamur, bakteri, maupun bahan kimia berbahaya, melainkan hasil reaksi alami yang terjadi selama proses memasak.

Fenomena sederhana ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik. Bahkan banyak orang yang rutin mengonsumsi telur setiap hari belum mengetahui penyebab sebenarnya.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apakah Telur Rebus yang Kuningnya Berwarna Hijau Masih Aman Dimakan?

Ya, telur rebus dengan warna hijau pada bagian kuningnya umumnya masih aman untuk dimakan.

Perubahan warna tersebut tidak menunjukkan bahwa telur telah basi atau terkontaminasi bakteri. Selama telur dalam kondisi baik sebelum direbus dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan setelah matang, telur tersebut masih layak dikonsumsi.

Lapisan hijau yang muncul hanya memengaruhi penampilan visual telur. Rasanya mungkin sedikit berbeda dibanding telur yang direbus dengan waktu ideal, tetapi dari sisi keamanan pangan, kondisi ini tidak menimbulkan masalah bagi kebanyakan orang.

Karena itu, jika Anda menemukan warna hijau pada telur rebus yang baru dimasak, tidak perlu langsung membuangnya.

Baca Juga  Cara Diet Telur Rebus yang Benar agar Berat Badan Cepat Turun, Simak Pola Aman dan Efek Sampingnya

Kenapa Kuning Telur Rebus Bisa Berwarna Hijau?

Perubahan warna ini terjadi akibat reaksi kimia alami antara zat besi yang terdapat pada kuning telur dan gas hidrogen sulfida yang berasal dari putih telur.

Saat telur direbus terlalu lama atau terkena suhu tinggi dalam waktu panjang, senyawa sulfur yang terdapat dalam putih telur akan melepaskan hidrogen sulfida. Gas ini kemudian bergerak menuju bagian kuning telur dan bereaksi dengan zat besi yang ada di dalamnya.

Hasil reaksi tersebut membentuk senyawa bernama ferrous sulfide atau besi sulfida.

Senyawa inilah yang menghasilkan warna hijau keabu-abuan di sekitar kuning telur.

Semakin lama telur dipanaskan, semakin besar kemungkinan cincin hijau tersebut terbentuk.

Fenomena ini sebenarnya tidak hanya terjadi di rumah. Bahkan dapur restoran, katering, hingga industri makanan skala besar juga dapat mengalaminya jika proses perebusan tidak dikontrol dengan baik.

Mengapa Warna Hijau Biasanya Muncul di Pinggir Kuning Telur?

Banyak orang bertanya mengapa warna hijau tidak menyebar ke seluruh bagian kuning telur.

Penyebabnya berkaitan dengan lokasi terjadinya reaksi kimia.

Gas hidrogen sulfida berasal dari putih telur dan bergerak menuju permukaan luar kuning telur. Karena reaksi terjadi pada area pertemuan antara putih dan kuning telur, maka lapisan hijau biasanya hanya membentuk cincin tipis di bagian tepinya.

Itulah sebabnya bagian tengah kuning telur umumnya masih tetap berwarna kuning cerah.

Apakah Warna Hijau Menandakan Telur Sudah Basi?

Tidak.

Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang paling sering ditemukan.

Telur basi memiliki ciri yang berbeda dengan telur yang mengalami perubahan warna akibat perebusan.

Telur yang sudah tidak layak konsumsi biasanya menunjukkan beberapa tanda berikut:

  • Mengeluarkan bau menyengat atau bau busuk.
  • Memiliki tekstur berlendir.
  • Warna putih telur berubah tidak normal.
  • Muncul bercak hitam, merah muda, atau jamur.
  • Cangkang retak dan berbau tidak sedap.

Sementara itu, telur yang hanya memiliki cincin hijau namun tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut biasanya masih aman dikonsumsi.

Apakah Kandungan Gizinya Berkurang?

Banyak orang khawatir perebusan yang terlalu lama dapat menghilangkan seluruh nutrisi telur.

Baca Juga  Tumbuhan Laut yang Nikmat dan Kaya Nutrisi

Faktanya tidak demikian.

Meskipun pemanasan berlebihan dapat menyebabkan sedikit perubahan pada beberapa komponen nutrisi yang sensitif terhadap panas, sebagian besar kandungan gizi telur tetap tersedia.

Telur rebus masih mengandung berbagai nutrisi penting seperti:

  • Protein berkualitas tinggi.
  • Vitamin A.
  • Vitamin D.
  • Vitamin B12.
  • Selenium.
  • Fosfor.
  • Zat besi.
  • Kolin.
  • Lutein.
  • Zeaxanthin.

Protein dalam telur bahkan dikenal sebagai salah satu protein dengan kualitas terbaik karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Karena itu, telur tetap menjadi pilihan makanan bergizi meskipun warna kuningnya sedikit berubah akibat proses perebusan.

Benarkah Telur Hijau Mengandung Racun?

Isu ini beberapa kali muncul di media sosial.

Ada yang mengklaim bahwa warna hijau pada kuning telur merupakan tanda terbentuknya racun atau radikal bebas berbahaya.

Namun hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa cincin hijau pada telur rebus menghasilkan racun yang berbahaya bagi tubuh.

Senyawa besi sulfida yang menyebabkan perubahan warna tersebut merupakan hasil reaksi normal antara sulfur dan zat besi selama proses memasak.

Kondisi ini lebih berkaitan dengan kualitas tampilan makanan dibanding keamanan pangan.

Dengan kata lain, telur terlihat kurang menarik secara visual, tetapi tidak otomatis menjadi berbahaya.

Apa Dampaknya Jika Sering Mengonsumsi Telur Rebus yang Terlalu Lama Dimasak?

Mengonsumsi telur yang direbus terlalu lama sesekali umumnya tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Namun, perebusan berlebihan dapat membuat tekstur telur menjadi lebih kering dan keras.

Kuning telur juga cenderung menjadi lebih rapuh dan kurang creamy dibanding telur yang dimasak dengan waktu ideal.

Selain itu, aroma sulfur yang muncul bisa menjadi lebih kuat sehingga sebagian orang merasa kurang nyaman saat mengonsumsinya.

Meski demikian, dari sisi nutrisi dan keamanan, perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Cara Merebus Telur Agar Kuningnya Tetap Cerah

cara merebus telur yang benar agar tetap cerah

Jika Anda ingin mendapatkan telur rebus dengan warna kuning yang cantik dan menggugah selera, ada beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan.

1. Gunakan Air Secukupnya

Pastikan seluruh bagian telur terendam air selama proses perebusan.

2. Jangan Merebus Terlalu Lama

Waktu ideal merebus telur matang sempurna berkisar antara 9 hingga 12 menit setelah air mulai mendidih.

Baca Juga  Kesalahan umum yang dilakukan kebanyakan wanita selama kehamilan

3. Segera Dinginkan Setelah Matang

Setelah direbus, pindahkan telur ke dalam air dingin atau air es.

Langkah ini membantu menghentikan proses memasak yang masih berlangsung akibat panas tersisa.

4. Gunakan Api Sedang

Api yang terlalu besar membuat suhu meningkat secara ekstrem dan memperbesar peluang terbentuknya cincin hijau.

5. Hindari Menyimpan Telur di Air Panas

Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan telur tetap berada di dalam panci berisi air panas setelah kompor dimatikan.

Panas yang tersisa tetap akan melanjutkan proses memasak dan memicu perubahan warna.

Manfaat Telur Rebus bagi Kesehatan

Selain praktis dan murah, telur rebus memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Bahkan ada penelitian bahwa telur rebus sangat bagus untuk penderita asam lambung asal dikonsumsi sesuai takaran.

Makanan ini sering menjadi menu andalan bagi orang yang menjalani pola hidup sehat karena kaya nutrisi namun relatif rendah kalori.

Beberapa manfaat telur rebus antara lain:

Membantu Pembentukan Otot

Protein berkualitas tinggi dalam telur berperan penting dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot.

Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Kandungan protein membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

Menjaga Kesehatan Mata

Lutein dan zeaxanthin yang terdapat pada kuning telur berperan dalam melindungi mata dari kerusakan akibat paparan cahaya.

Mendukung Fungsi Otak

Telur merupakan sumber kolin yang penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf.

Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian

Dalam satu butir telur terdapat kombinasi vitamin, mineral, dan protein yang cukup lengkap.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merebus Telur

Tanpa disadari, banyak orang melakukan beberapa kesalahan berikut:

  • Merebus telur langsung dari kulkas tanpa didiamkan terlebih dahulu.
  • Menggunakan api terlalu besar.
  • Merebus lebih dari 15 menit.
  • Tidak segera mendinginkan telur setelah matang.
  • Membiarkan telur terlalu lama dalam air panas.

Kesalahan-kesalahan tersebut memang tidak selalu berbahaya, tetapi dapat memengaruhi tekstur dan tampilan telur.

Kesimpulan

Kuning telur rebus berwarna hijau bukanlah tanda makanan beracun atau telur sudah basi. Perubahan warna tersebut terjadi akibat reaksi alami antara zat besi pada kuning telur dan hidrogen sulfida dari putih telur ketika proses perebusan berlangsung terlalu lama atau pada suhu yang terlalu tinggi.

Selama telur tidak berbau busuk, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan lainnya, telur tersebut tetap aman dikonsumsi.

Jadi, lain kali saat menemukan cincin hijau pada telur rebus, Anda tidak perlu panik. Kemungkinan besar itu hanya hasil dari proses memasak yang sedikit terlalu lama, bukan tanda bahwa telur harus dibuang.

Related Post