Web Analytics Made Easy - Statcounter

Cara Mudah Mengatasi Gas Berlebihan Pada Pencernaan

Ada banyak cara untuk menggambarkan kelebihan gas: sendawa, sendawa, perut kembung. Meskipun apa yang Anda sebut mungkin tidak penting, mengetahui di mana gas Anda mulai – dan di mana itu berakhir – dapat membantu Anda mengobati gejala yang menyakitkan dan memalukan.

Misalnya, sendawa dan sendawa biasanya mengacu pada gas yang keluar dari mulut, sedangkan perut kembung, atau perut kembung, adalah gas usus yang keluar dari rektum. Kembung digunakan untuk menggambarkan sensasi gas perut berlebih yang belum dikeluarkan.

Gas di perut terutama disebabkan oleh menelan udara saat mengonsumsi makanan atau minuman dan dikeluarkan dari mulut dalam bentuk sendawa. Gas yang dikeluarkan oleh perut kembung hasil dari ketidakmampuan tubuh untuk menyerap atau mencerna karbohidrat tertentu di usus kecil. Setelah makanan yang tidak tercerna ini masuk ke usus kecil, bakteri memecahnya, menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan terkadang metana. Tapi ini tidak terjadi pada semua orang.

Adalah umum untuk mengalami gas setelah makan – dan melepaskannya melalui sendawa atau perut kembung. Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), buang gas sekitar 13 hingga 21 kali per hari adalah normal.

Tetapi jika Anda mengalami gas yang menyakitkan dan rasa malu karena perut kembung kronis dan bau mulut, Anda dapat mulai bermain detektif dan mencoba menghilangkan penyebabnya dengan langkah-langkah berikut.

1. Hindari makanan yang diketahui menyebabkan gas
Salah satu cara untuk mengatasi perut kembung dan bersendawa adalah dengan makan lebih sedikit makanan yang mengandung gas. Penyebab umum meliputi:

  • Buah-buahan seperti apel dan pir
  • Sayuran seperti brokoli, kubis Brussel, dan bawang bombay
  • Biji-bijian utuh seperti dedak
  • Produk susu, termasuk susu, keju, dan es krim.
  • Barang-barang ini mengandung serat, gula, dan pati yang tidak mudah dicerna atau diserap, yang akhirnya menyebabkan gas usus.
Baca Juga  Point Penting Asuransi Jika Pemilik Meninggal Dunia

2. Minum sebelum makan
Novi mengatakan jika Anda minum cairan dengan makanan Anda, Anda kehilangan asam lambung dan Anda juga tidak bisa memecah makanan. Cobalah untuk minum sekitar 30 menit sebelum makan untuk membantu perut Anda mencerna lebih baik.

3. Makan dan minum perlahan
Saat Anda makan atau minum dengan cepat, kata Bexton, Anda bisa menelan banyak udara, yang bisa menyebabkan gas. Solusi sederhana? Pelan-pelan saat makan. Jika Anda memiliki gigi palsu, tanyakan kepada dokter gigi Anda untuk memastikannya terpasang dengan benar sehingga Anda tidak terengah-engah saat makan.

4. Enzim pencernaan yang dijual bebas
Enzim pencernaan tersedia sebagai suplemen yang dijual bebas. “Saya sarankan pergi ke toko makanan kesehatan dan mendapatkan enzim pencernaan,” kata Novi. “Anda dapat mengambil satu atau dua. Anda akan tahu dengan sangat cepat – dalam beberapa minggu – jika itu membuat perbedaan.” Antasida tidak akan berbuat banyak untuk kelebihan gas, kata Bexton.

Beano, alat bantu pencernaan lain yang dijual bebas, mengandung enzim yang memecah karbohidrat kompleks dalam kacang-kacangan dan banyak sayuran menjadi gula yang mudah dicerna. Ambil 2 sampai 3 tablet Beano atau satu tablet Beano Meltaway (tablet larut) sebelum makan. Perhatikan bahwa Beano tidak akan membantu jika kelebihan gas disebabkan oleh serat atau laktosa.

5. Coba arang aktif
Sementara penelitian masih terbatas, para peneliti percaya bahwa arang aktif dapat membantu mengurangi dan mengobati kelebihan gas dan kembung. Berbeda dengan arang yang Anda temukan di panggangan atau perapian, arang aktif mengalami perlakuan khusus sehingga aman untuk dikonsumsi manusia. Setelah Anda menelan arang aktif (melalui cairan atau pil), ia menempel pada cairan di usus Anda, yang dapat mengurangi gas dan kembung dan membuat tinja lebih kencang.

Baca Juga  Alopecia Areata: Bagaimana Cara Mengobatinya dan Bisakah Disembuhkan?

6. Jangan mengisi udara
Kebiasaan seperti merokok, mengunyah permen karet, dan minum melalui sedotan dapat menyebabkan perut Anda terisi udara, sehingga menghasilkan gas.

7. Hindari pemanis buatan
Sorbitol dan alkohol gula yang digunakan dalam banyak makanan bebas gula juga dapat memperburuk gas. “Sorbitol sering menjadi bahan nomor satu dalam merek permen karet bebas gula apa pun yang Anda temukan di toko bahan makanan lokal Anda,” kata Buxton. “Satu atau dua batang sumpit seperti makan buah persik.” Tapi pengganti gula yang ditemukan di kedai kopi biasa atau soda populer bukanlah jenis yang menyebabkan gas. Berbagai pemanis kemasan – kuning (sukralosa), merah muda (sakarin), dan biru (aspartam) – tidak terkait dengan efek bersoda atau pencahar.

8. Cobalah herbal untuk meredakan gas
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sejumlah herbal dapat membantu meredakan kelebihan gas. Misalnya, ulasan yang diterbitkan pada April 2015 di European Review for Medical and Pharmacological Studies menemukan bahwa jahe membantu mempercepat pencernaan. Ini berguna karena jika perut lebih cepat kosong, gas dapat mengalir lebih cepat ke usus kecil untuk meredakan kembung dan ketidaknyamanan.