Today

Aki Kering Cepat Tekor? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Reza Mahendra

aki kering cepat tekor

Aki merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan karena berfungsi menyimpan dan menyediakan energi listrik. Pada mobil maupun sepeda motor, kondisi aki sangat berpengaruh terhadap kemampuan kendaraan untuk melakukan starter dan menjalankan berbagai perangkat kelistrikan.

Salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah aki kering cepat tekor. Kondisi ini biasanya ditandai dengan starter yang mulai berat, lampu kendaraan meredup, atau kendaraan tidak dapat dihidupkan setelah lama tidak digunakan.

Sebenarnya, aki kering dapat bertahan cukup lama jika digunakan dan dirawat dengan benar. Namun, beberapa kebiasaan serta masalah pada sistem kelistrikan kendaraan dapat membuat usia aki menjadi lebih pendek.

Apa Itu Aki Kering?

Aki kering yang banyak digunakan pada kendaraan modern umumnya merupakan jenis maintenance-free (MF). Disebut aki kering bukan berarti di dalamnya tidak terdapat elektrolit, tetapi penggunaannya dirancang agar pemilik kendaraan tidak perlu melakukan pengisian air aki secara rutin seperti pada aki basah.

Aki jenis ini praktis karena perawatannya relatif sederhana. Meski demikian, aki kering tetap memiliki masa pakai dan dapat mengalami penurunan kapasitas seiring waktu.

Penyebab Aki Kering Cepat Tekor

Ada beberapa penyebab yang dapat membuat aki kendaraan cepat kehilangan daya.

1. Kendaraan Jarang Digunakan

Mobil atau motor yang terlalu lama tidak digunakan dapat menyebabkan aki mengalami self-discharge. Jika kendaraan dibiarkan dalam waktu lama tanpa pengisian, kapasitas aki dapat semakin menurun.

Untuk kendaraan yang jarang digunakan, sebaiknya lakukan pemeriksaan aki secara berkala.

Baca Juga  Smart Locks: Keunggulan Teknologi Cerdas untuk Rumah Anda

2. Lampu atau Perangkat Elektronik Lupa Dimatikan

Lampu kabin, lampu utama, audio, charger, atau perangkat elektronik lainnya yang tetap menyala ketika mesin mati dapat menguras aki.

Jika kondisi tersebut berlangsung cukup lama, aki bisa kehilangan daya hingga tidak mampu menghidupkan mesin.

3. Sistem Pengisian Bermasalah

Aki tidak hanya bergantung pada kondisi baterai. Sistem pengisian kendaraan juga memiliki peran penting.

Pada mobil, alternator bertugas membantu mengisi aki ketika mesin hidup. Sementara pada sepeda motor terdapat sistem pengisian yang melibatkan spul dan regulator/rectifier.

Jika sistem pengisian bermasalah, aki dapat terus mengalami kekurangan daya meskipun kondisi akinya masih relatif baik.

4. Terminal Aki Kotor atau Korosi

Terminal yang kotor atau mengalami korosi dapat mengganggu aliran listrik.

Akibatnya, kendaraan bisa mengalami kesulitan starter meskipun tegangan aki terlihat masih cukup.

Karena itu, terminal aki sebaiknya diperiksa dan dibersihkan secara berkala.

5. Usia Aki Sudah Tua

Aki merupakan komponen yang memiliki masa pakai terbatas. Seiring waktu, kemampuan aki menyimpan dan mengeluarkan energi akan menurun.

Aki yang sudah tua biasanya lebih mudah tekor dan membutuhkan pengisian lebih sering.

Jika aki sudah tidak mampu mempertahankan daya setelah dilakukan charging, menggantinya dengan aki baru biasanya menjadi solusi yang lebih tepat.

Tanda-Tanda Aki Mulai Lemah

Jangan menunggu aki benar-benar mati untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa tanda berikut dapat menjadi indikasi bahwa aki mulai melemah:

  • Starter mesin terasa lebih berat.
  • Lampu kendaraan terlihat lebih redup.
  • Klakson terdengar lebih lemah.
  • Sistem elektronik kendaraan mengalami gangguan.
  • Kendaraan sulit dihidupkan setelah lama tidak digunakan.
  • Tegangan aki turun dengan cepat setelah dilakukan pengisian.

Jika beberapa tanda tersebut muncul secara bersamaan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan menggunakan multimeter atau battery tester.

Baca Juga  Cara Memperbaiki Aki Kering yang Mulai Lemah, Aman dan Mudah

Cara Mengecek Kondisi Aki

Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan menggunakan multimeter.

Pastikan kendaraan dalam kondisi mati, kemudian ukur tegangan pada terminal positif dan negatif aki.

Pada aki 12 volt, tegangan istirahat sekitar 12,6–12,8 volt umumnya menunjukkan kondisi pengisian yang baik. Namun, angka tegangan saja tidak dapat memastikan kapasitas dan kemampuan starting aki.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, gunakan battery tester atau load tester. Alat tersebut dapat membantu mengetahui apakah aki masih mampu memberikan arus yang dibutuhkan ketika kendaraan melakukan starter.

Cara Merawat Aki Agar Lebih Awet

Merawat aki sebenarnya tidak sulit. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu memperpanjang usia aki.

Gunakan Kendaraan Secara Teratur

Jika kendaraan jarang digunakan, lakukan pemeriksaan aki secara berkala. Hindari membiarkan kendaraan terlalu lama tanpa perhatian terhadap kondisi baterainya.

Matikan Perangkat Elektronik

Pastikan lampu, audio, charger, dan perangkat elektronik lainnya sudah dimatikan sebelum meninggalkan kendaraan.

Bersihkan Terminal Aki

Periksa terminal secara berkala. Jika terdapat korosi atau kotoran, bersihkan menggunakan alat yang sesuai dan pastikan koneksi terminal kembali kuat.

Periksa Sistem Pengisian

Jika aki sering tekor, jangan langsung menyimpulkan bahwa aki rusak.

Periksa juga alternator pada mobil atau sistem pengisian pada sepeda motor. Masalah pada sistem pengisian dapat menyebabkan aki terus kehilangan daya.

Hindari Beban Kelistrikan Berlebihan

Pemasangan aksesori tambahan seperti lampu, audio, amplifier, atau perangkat elektronik lainnya dapat meningkatkan beban sistem kelistrikan.

Pastikan pemasangannya sesuai kemampuan sistem kelistrikan kendaraan.

Apakah Aki Tekor Harus Langsung Diganti?

Tidak selalu.

Aki yang tekor karena kendaraan lama tidak digunakan atau mengalami kekurangan pengisian terkadang masih dapat dipulihkan menggunakan charger yang sesuai.

Baca Juga  Pengertian Google Adsense, Cara Mendapatkan Uang dari Iklan Digital

Namun, jika aki sudah mengalami kerusakan internal, casing menggembung, bocor, atau tidak mampu mempertahankan daya setelah charging, sebaiknya jangan dipaksakan.

Dalam kondisi tersebut, mengganti aki dengan unit baru merupakan pilihan yang lebih aman.

Jangan Sembarangan Membuka Aki Kering

Salah satu informasi yang banyak beredar adalah memperbaiki aki kering dengan membuka penutupnya kemudian menambahkan air aki atau air zuur.

Cara tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan.

Aki maintenance-free dirancang dengan konstruksi tertentu dan tidak sama dengan aki basah yang memang memiliki prosedur pengisian elektrolit. Membuka aki dapat meningkatkan risiko kebocoran dan paparan elektrolit.

Jika aki mengalami masalah serius, lebih baik lakukan pemeriksaan di bengkel atau tempat servis aki yang memiliki peralatan yang sesuai.

Kesimpulan

Aki kering cepat tekor tidak selalu berarti aki langsung rusak. Penyebabnya bisa berasal dari kendaraan yang jarang digunakan, perangkat elektronik yang lupa dimatikan, terminal yang kotor, usia aki, hingga masalah pada sistem pengisian.

Dengan melakukan pemeriksaan tegangan secara berkala, menjaga terminal tetap bersih, menggunakan kendaraan secara tepat, dan memastikan sistem pengisian bekerja normal, usia aki dapat lebih terjaga.

Jika aki sudah tidak mampu mempertahankan daya atau mengalami kerusakan fisik, sebaiknya jangan dipaksakan untuk diperbaiki. Mengganti aki merupakan pilihan yang lebih aman dan dapat diandalkan.

Baca juga: Cara Memperbaiki Aki Kering yang Mulai Lemah, Aman dan Mudah.

Related Post