Harga minyak dunia yang terus melonjak hingga mendekati USD 120 per barel mulai memicu kekhawatiran soal kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Namun pemerintah memastikan hal itu tidak akan terjadi untuk BBM subsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik. Dalam keterangannya ia menegaskan harga BBM subsidi tetap aman meski pasar energi global sedang bergejolak akibat konflik geopolitik.
Menurutnya, pemerintah sudah mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia dan memastikan kebijakan energi tetap melindungi masyarakat.
“BBM subsidi tidak naik,” kata Bahlil.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat yang muncul setelah harga minyak global melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.
Harga Minyak Dunia Naik Tajam
Lonjakan harga minyak dunia dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pasar energi global bergejolak. Investor khawatir konflik tersebut dapat mengganggu produksi maupun distribusi minyak dari kawasan yang menjadi pusat pasokan energi dunia.
Akibatnya, harga minyak mentah global melonjak cepat.
Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, harga minyak bahkan sempat melampaui USD 100 per barel dan terus bergerak mendekati USD 120 per barel.
Kenaikan ini memicu kekhawatiran di banyak negara karena harga energi yang tinggi dapat berdampak pada inflasi dan biaya produksi.
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman
Di tengah lonjakan harga minyak global, pemerintah juga memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman.
Bahlil menegaskan stok bahan bakar di dalam negeri dalam kondisi cukup dan distribusi berjalan normal.
Artinya, ketegangan geopolitik yang terjadi di luar negeri tidak berdampak langsung terhadap pasokan BBM di Indonesia.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
BBM Non-Subsidi Bisa Berubah
Meski harga BBM subsidi dipastikan tidak naik, pergerakan harga minyak dunia tetap berpotensi mempengaruhi BBM non-subsidi.
Jenis BBM seperti Pertamax biasanya mengikuti mekanisme pasar. Jika harga minyak global naik atau turun, harga BBM non-subsidi dapat mengalami penyesuaian.
Namun kebijakan untuk BBM subsidi berbeda. Pemerintah menetapkan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Dikutip dari laman liputan6.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite (RON 90), tetap aman menjelang Lebaran 2026. Kepastian itu disampaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia yang kini mendekati USD 120 per barel.
Bahlil mengakui harga minyak global memang telah menembus USD 100 per barel, dipicu konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mempengaruhi ketersediaan pasokan minyak di dalam negeri.
“Problem kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, semuanya tersedia. Yang menjadi perhatian saat ini adalah harga,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia. Namun Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu khawatir, karena hingga Lebaran nanti harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan.
Lonjakan Harga Minyak Bisa Tekan Anggaran Negara
Kenaikan harga minyak dunia sebenarnya juga menjadi tantangan bagi pemerintah.
Jika harga minyak global bertahan tinggi dalam waktu lama, beban subsidi energi dalam APBN berpotensi meningkat.
Pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil.
Karena itu, perkembangan harga minyak dunia terus dipantau dengan cermat.
Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Energi
Untuk saat ini, pemerintah menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas energi nasional.
Selain memastikan pasokan BBM tetap aman, pemerintah juga berupaya menjaga harga energi agar tidak membebani masyarakat.
Meski harga minyak dunia sedang bergejolak, pemerintah memastikan kebijakan energi tetap diarahkan untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.















