Mengetahui Berbagai Masalah Pokok Ekonomi Modern

Masalah pokok ekonomi muncul untuk mengimbangi kesenjangan yang terjadi dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Hal tersebut menuntut pelaku ekonomi untuk bertindak lebih inovatif serta kreatif dalam memikirkan berbagai sumber daya.

Tujuannya, agar pelaku ekonomi dapat berperan sebagai produsen serta mampu menghasilkan barang-barang berkualitas, sehingga meningkatkan daya beli dan bisa memenuhi kebutuhan konsumennya. Dibutuhkan rencana strategis juga pemikiran rasional.

Selain untuk memenuhi kebutuhan, konsumen juga diiringi dengan rasa keinginan yang tinggi. Keinginan tersebut juga sangat tidak terbatas, sehingga kewajiban produsen menjadi bertambah antara memenuhi kebutuhan serta keinginan.

3 Poin Penting Masalah Pokok Ekonomi Modern

Modernitas muncul di tengah kehidupan masyarakat. Produsen dituntut untuk mengikutinya agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Sehingga, terdapat berbagai pertanyaan yang muncul untuk dijawab sebelum memproduksi barang dan jasa.

Berikut 3 pertanyaan penting dari berbagai masalah untuk diselesaikan dalam upaya meningkatkan bisnis Anda, yaitu:

1.      What

Sebelum memproduksi sesuatu, produsen harus mengetahui barang dan jasa apa yang hendak dibuatnya. Barang serta jasa yang akan diproduksi menentukan keuntungan serta kerugian Anda dalam berbisnis.

Berbagai pertimbangan dibutuhkan, mulai dari minat pasar, ketersediaan bahan, serta tenaga kerja. Anda harus mengetahui karakteristik target pasar yang dituju. Caranya, dengan membuat segmentasi pasar berdasarkan demografi, psikografi, dan geografi.

2.      How

Bagaimana, menjadi kata pertama untuk membuat pertanyaan atas masalah pokok ekonomi modern dalam bisnis Anda. Ketika Anda sudah mengetahui produk dan jasa apa yang hendak diproduksi, selanjutnya tinggal menjawab “how”.

Artinya, Anda harus mengetahui bagaimana memproduksi barang dan jasa dari bisnis tersebut. Misalnya, bisnis Anda ingin menjual makanan ringan, karena manusia membutuhkannya untuk konsumsi saat bekerja.

Baca Juga  Tujuan Ekonomi Syariah Pada Sistem Perekonomian Indonesia

Produsen, harus mempertimbangkan, bagaimana cara membuat makanan ringan praktis dan lezat, sehingga konsumen menjadi ketagihan saat mengkonsumsinya. Hadirnya makanan ringan, memenuhi kebutuhan konsumen akan asupan.

Maka, Anda bisa menetapkan kandungan yang sesuai, seperti lebih sehat, tidak mengandung MSG, dan dapat dijual dengan harga lebih murah. Segala aspek yang dibutuhkan, wajib dipertimbangkan dengan baik.

Misalnya, pemanfaatan tenaga kerja, teknologi pengemasan, serta meminimalisir modal. Pilihlah cara produksi paling efisien, dengan jumlah tenaga kerja sedikit, teknologi canggih, namun bisa menghasilkan produk dalam jumlah banyak.

3.      Whom

Pertanyaan terakhir ini berkaitan dengan target pasar. Ketika sudah memiliki produk dan jasa, Anda harus mengetahui kemana aset tersebut akan didistribusikan. Pendistribusian harus direncanakan secara tepat dan meminimalkan biaya pengiriman.

Berkaitan dengan hal tersebut, produsen dapat melakukan pembagian distribusi berdasarkan wilayah yang memiliki target pasar terbanyak. Contoh, secara demografi, Jakarta adalah kota yang didominasi oleh penduduk pekerja.

Dari data tersebut, Anda tentu bisa mempertimbangkan bahwa Jakarta merupakan kota yang tepat untuk mendapatkan distribusi produk makanan ringan. Kemudian, perhitungkan berapa biaya pengiriman yang dibutuhkan untuk sampai ke Jakarta.

Apakah dengan sampai ke Jakarta, makanan ringan hasil produksi bisnis Anda bisa dibeli oleh banyak konsumen? Jika penempatan segmentasi berdasarkan demografi, geografi, serta psikografinya tepat, maka produk akan terjual habis.

Meski hanya terdiri dari tiga poin, namun pada pelaksanaannya membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang cukup banyak. Menjawab ketiga proses tersebut tidak sederhana dan harus dipertimbangkan secara matang.

Dibutuhkan berbagai proses dari mulai produksi hingga konsumsi dari sebuah barang dan jasa. Ketiga poin tersebut akan menjadi pertanyaan paling penting bagi produsen untuk menjawab masalah pokok ekonomi modern.

Baca Juga  10 Asuransi jiwa syariah yang perlu di ketahui