Apa Arti Inflasi Berikut Penjelasanya

Di kutip dari kompasiana.com Menurut pengertian ini Inflasi adalah keadaan perekonomian yang ditandai oleh kenaikan harga secara cepat sehingga berdampak pada  menurunnya daya beli . Kondisi ekonomi ini juga sering pula diikuti dengan menurunnya tingkat tabungan ataupun investasi karena adanya peningkatan dari konsumsi masyarakat dan hanya sedikit untuk tabungan jangka panjang.

Penyebab Inflasi

Inflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut:

  1. Tarikan permintaan (demand full inflation), ini adalah kondisi inflasi yang disebabkan karena tingginya daya beli masyarakat berupa permintaan dan daya tarik terhadap suatu barang. Biasanya dipicu dari membanjirnya likuiditas di pasar. Permintaan meningkat, berdampak harga barang meningkat. Diikuti harga faktor produksi yang bisa meningkat.
  2. Desakan tekanan (produksi) atau distribusi (cost push inflation), inflasi yang terjadi saat dorongan kenaikan biaya produksi yang terus-menerus naik. Faktor yang memengaruhinya bisa dari biaya faktor produksi terus meningkat, kelangkaan produksi, atau kelangkaan distribusi.
  3. Inflasi Campuran (Mixed Inflation), Ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan bisa berakibat terjadinya Inflasi. Contoh di saat sebuah barang produk/jasa permintaannya meningkat, lalu ketersediaannya menjadi berkurang dan tidak ada. Sementara produk/jasa pengganti langka.

Jenis-jenis Inflasi

Jenis Inflasi berdasarkan sifat

  • Inflasi Rendah (Creeping Inflation)

Jenis Inflasi Rendah adalah yang sifat besarnya kurang dari 10 persen per tahun. Inflasi jenis ini dibutuhkan dalam perekonomian karena bisa memproduksi produsen untuk lebih banyak memproduksi barang atau jasa.

  • Inflasi Menengah (Galloping Inflation)

Inflasi ini jenisnya memiliki besar 10-30 persen per tahunnya. Tanda terjadinya Inflasi jenis ini adanya kenaikan harga-harga secara cepat dan relatif besar. Angka inflasi pada kondisi ini biasanya disebut inflasi dua digit. Contohnya seperti 15 persen, 20 persen, dan 30 persen.

  • Inflasi Berat (High Inflation)

Seperti nama jenis inflasi ini. Inflasi berat besarannya juga besar, yakni 30-100 persen per tahun. Contoh Inflasi berat yang telah terjadi seperti pada pertengahan dekade 1960-an. Saat itu di Indonesia Inflasi mencapai 600 persen.

  • Inflasi Sangat Tinggi (Hyperinflation)

Inflasi ini ditandai dengan kenaikan harga terjadi dengan sangat drastis. Hingga mencapai  empat digit atau di atas 100 persen. Di situasi seperti ini masyarakat tidak akan ingin lagi menyimpan uang, karena nilainya sangat turun. Maka lebih baik ditukar dengan barang.

Baca Juga  Harga emas Hari ini tanggal 18 mei 2021

Inflasi berdasarkan asalnya

  • Inflasi dari dalam negeri (Domestic Inflation)

Jenis Inflasi ini terjadi terlihat dari anggaran belanja negara. Timbulnya akibat dari defisit dalam pembiayaan dan belanja negara. Untuk mengatasi jenis ini Inflasi adalah dengan melakukan kebijakan ekonomi berupa mencetak uang baru.

  • Inflasi dari luar negeri (Imported Inflation)

Jenis inflasi ini adalah yang terjadi ketika suatu negara bermitra dengan negara lain, lalu negara yang diajak bermitra mengalami Inflasi yang tinggi.

Saat ada kenaikan harga di luar negeri atau negara yang menjadi mitra, baik langsung maupun tidak langsung juga bisa berdampak pada kenaikan biaya produksi dalam negeri. Kenaikan biaya secara bersamaan biasanya juga diikuti kenaikan harga-harga barang.

demikian penjelasan tentang inflasi semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *