Web Analytics Made Easy - Statcounter

Tiket.com Dikabarkan Ingin Bergabung Dengan Anak Perusahaan Milik Grup Hartono Brothers.

Tiket.com dikabarkan tengah menjajaki merger dengan e-commerce dari Djarum Group milik Hartono Brothers, PT Global Digital Niaga alias Blibli.

Ia menyebutkan, eksplorasi rencana merger dengan Blibli dilakukan setelah diskusi Tiket.com dengan SPAC atau perusahaan penyaringan gagal. Tiket.com berpeluang bergabung dengan Blibli, jelang rencana penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebuah sumber Bloomberg mengatakan penawaran umum perdana perusahaan gabungan bisa bernilai sekitar $ 1 miliar.

Kedua perusahaan mengandalkan konglomerat Indonesia Darom Group untuk mendapatkan dukungan. Sebelumnya dilaporkan bahwa Tiket.com sedang mempertimbangkan untuk go public melalui merger dengan SPAC, tetapi diskusi startup dengan COVA Acquisition Corp telah berakhir.

Sebuah sumber di Bloomberg mengatakan negosiasi sedang berlangsung dan belum ada keputusan akhir yang dibuat. Perwakilan COVA dan Tiket menolak berkomentar, dan perwakilan Blibli tidak segera menanggapi permintaan.

Jika skema IPO berhasil, itu akan menambah Blibli ke daftar BEI besar-besaran di BEI. Segera hadir PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan mencatatkan saham perdananya pada Senin, 11 April.

Seiring dengan kemungkinan opsi merger SPAC, Tiket.com juga menjajaki IPO tradisional serta kemungkinan merger dengan aplikasi super di Asia Tenggara, CEO George Hendrata mengatakan kepada Bloomberg TV pada bulan Mei.

Didirikan pada tahun 2011, Tiket.com diakuisisi oleh Grup Djarum pada tahun 2017. Platform tiket memungkinkan konsumen untuk membeli tiket pesawat dan kereta api serta kamar hotel dan acara seperti konser. Perusahaan ini memiliki jaringan lebih dari 90 maskapai penerbangan dan 2,8 juta hotel dan akomodasi lainnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Blibli akan bekerja sama dengan Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley dalam rencana IPO mereka. Didirikan pada tahun 2011, Blibli adalah pusat perdagangan online barang termasuk elektronik dan produk gaya hidup, bekerja sama dengan lebih dari 100.000 mitra bisnis.

Baca Juga  Konsep Ekonomi Kreatif untuk Pertumbuhan Perekonomian Negara