Web Analytics Made Easy - Statcounter
Mitos seputar nutrisi nabati untuk gaya hidup

Mitos seputar nutrisi nabati untuk gaya hidup

Protein adalah salah satu makronutrien yang paling disalahpahami. Kita semua tahu bahwa kita membutuhkan protein, tetapi apakah kita benar-benar mengerti mengapa?

Menurut survei IMRB baru-baru ini, 9 dari 10 orang India mengonsumsi protein kurang dari cukup per hari. Bahkan, jika Anda dengan santai bertanya tentang pentingnya protein, Anda akan mendapatkan jawaban yang paling umum – membangun otot.

Meskipun secara teknis ini tidak salah, protein tidak hanya membangun otot. Ini memberi kita asam amino esensial yang dibutuhkan untuk fungsi otak yang optimal, kekebalan, pencernaan, pengaturan gula darah, dan banyak lagi. Bukan itu saja, ada juga kebingungan tentang sumber proteinnya.

Sementara makanan hewani seperti ikan, unggas, daging, susu, dan telur adalah sumber protein, tidak ada yang bisa melupakan nutrisi dengan protein nabati! Minggu Protein ini, Minuman Ringan Vegan mengambil inisiatif untuk menyoroti pentingnya protein dalam makanan kita dan mematahkan beberapa mitos umum tentang protein nabati. Berikut adalah beberapa kesalahpahaman umum yang dimiliki orang tentang nutrisi protein nabati dan fakta di baliknya.

1. Mitos – “Saya Tidak Akan Mendapatkan Cukup Protein Dari Nutrisi Berbasis Tumbuhan”

Fakta – Sejauh ini, ini adalah mitos yang paling umum. Tunjangan harian yang direkomendasikan (RDA) untuk protein bagi kebanyakan orang adalah 0,8 gram protein per kilogram berat badan yang sehat. Ini dapat dengan mudah dicapai dengan mendapatkan protein dari diet vegetarian. Termasuk tahu, lentil, kacang-kacangan, kacang-kacangan, biji-bijian dan biji-bijian. Faktanya, menambahkan SOVIET ke dalam diet harian Anda akan memenuhi asupan protein Anda hingga 11% dari kebutuhan protein harian Anda melalui satu porsi (200ml).

Baca Juga  Apakah Kita Benar-benar Perlu Berjalan 10.000 Langkah Sehari?

Ada banyak pilihan vegetarian yang memberi Anda nutrisi yang dibutuhkan. Salah satu pilihan sehat tersebut adalah souvette, minuman nabati sehat yang tidak hanya lezat tetapi juga mengandung protein, vitamin A, E, dan B12 yang dibutuhkan tubuh Anda. Berikut adalah video yang menjelaskan nutrisi tanaman secara rinci.

2. Mitos – “Saya ingin memasukkan nutrisi tanaman ke dalam makanan saya, tetapi apakah itu akan memberi saya energi?

Fakta – tidak benar! Sumber nutrisi yang baik dapat membuat Anda tetap aktif dan memotivasi Anda untuk tetap aktif sepanjang hari. Minum minuman nabati seperti minuman ringan kedelai dan minuman almond tidak hanya menyegarkan Anda, tetapi juga memberi Anda energi sehat untuk melakukan lebih banyak. Manjakan diri dengan rutinitas rutin Anda, atau nikmati aktivitas olahraga favorit Anda dengan mengikuti pola makan nabati.

3. Mitos – “Saya merasa makanan vegan membosankan dan hambar”

Kebenarannya – tidak harus begitu! Misalnya, Soft Soy Drink adalah minuman kedelai vegan yang hadir dalam berbagai rasa seperti cokelat, roti pistachio, dan vanila yang tidak hanya sehat tetapi juga memuaskan selera Anda.

Selain itu, Anda selalu dapat menambahkan sentuhan manis pada makanan Anda melalui berbagai resep untuk membuat hidangan menjadi menarik dan lezat. Anda dapat membuat smoothie, mangkuk sarapan, dan minuman kopi yang lezat dengan menambahkan kebaikan souffle ke dalamnya.

4. Mitos – “Saya merasa lapar dengan pola makan vegan” 

Fakta – tidak benar! Tanaman memiliki kepadatan kalori yang rendah. Karena itu, banyak yang merasa akan lapar bahkan setelah makan kenyang. Namun, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan semuanya tinggi serat, yang akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Baca Juga  Penyebab Dan Obat Untuk Mendengkur

5. Mitos – “Saya akan kehilangan otot dengan diet vegan”

Fakta – Salah! Banyak orang terkenal di bidang olahraga dan dari semua lapisan masyarakat telah menganut nutrisi nabati. Makanan nabati yang kaya protein dapat dengan mudah membangun otot. Kita juga harus ingat bahwa pertumbuhan otot terjadi melalui latihan kekuatan secara teratur, bukan hanya asupan protein. Jadi, lakukan olahraga dan sertakan sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian dan sorgum untuk menjalani gaya hidup sehat.