Web Analytics Made Easy - Statcounter

Jika Implan Chip Sukses Diterapkan Ke Otak Manusia

Kemarin-kemarin ada sebuah teori konspirasi yang mengatakan bahwa vaksin yang disuntikkan ke tubuh kita mengandung sebuah microchip. Katanya sih chip ini ditanamkan oleh elit global untuk memantau seluruh kegiatan kita sehari-hari sekaligus mencuri seluruh informasi mengenai diri kita. Well, menurut saya itu teori yang konyol. Pertama, microchip itu mahal. Kedua, apa juga yang bisa dicuri dari Anda?

Jika tujuannya hanya ingin mencuri informasi maka tak perlu penanaman microchip, perusahaan-perusahaan besar seperti google dan facebook yang jasanya Anda gunakan setiap hari sudah melakukan hal itu lebih dulu dan tampaknya sangat jarang orang yang komplain. Meski demikian coba bayangkan, bagaimana jika sebuah chip benar-benar ditanamkan pada otak manusia?

Sebenarnya nggak usah dibayangkan sih, toh kenyataannya hal ini memang sudah terjadi dan yang melakukannya adalah si orang terkaya di dunia yakni Elon Musk. Teorinya begini, dengan menggunakan Neuralink maka otak manusia akan bisa mengakses komputer secara langsung melalui pikiran sehingga Anda tak lagi perlu menggerakkan tangan Anda untuk bermain Pacman. Singkatnya, chip ini akan berfungsi sebagai remote kontrol yang digerakkan dengan perintah otak.

Dan sekarang barulah kita membayangkan, kira-kira akan jadi apa teknologi ini di masa depan? Bayangan pertama saya adalah otak manusia menjadi komputer itu sendiri atau setidaknya bisa mengakses komputer tanpa perangkat keras. Dengan mata kita sebagai layar dekstop sekaligus GUI maka pemandangan jendela pop up di sudut mata kita yang bercampur dengan pemandangan yang kita lihat akan menjadi sesuatu yang biasa.

Apa berita baiknya? Pertama, Anda tak perlu menenteng smartphone atau tablet yang berat kemana-mana. Yang kedua, Anda bisa melakukan segala hal yang umumnya membutuhkan laptop atau ponsel hanya dengan duduk dan berpikir. Contohnya, Anda akan bisa membaca artikel ini tanpa memegang smartphone karna laman artikel ini akan muncul di penglihatan Anda dan Anda akan bisa menambahkan komen hanya dengan perintah otak.

Baca Juga  Galaxy Watch 5 Vs. Apple Watch Series 7: Smartwatch Mana yang Terbaik?

Keuntungan yang lain, Anda bisa terkoneksi dengan internet setiap saat. Saat berolahraga, saat Anda mandi atau saat Anda melakukan terjun payung pun Anda tetap bisa mengakses internet (selama internetnya tersedia, tentu saja). Penanaman Chip ke dalam otak jelas akan menjadi satu langkah besar dalam pewujudan Augmented Reality.

Lalu apa ruginya? Kerugiannya adalah Anda tak akan bisa menyembunyikan apapun lagi. Katakanlah bahwa chip ini akan dimonopoli oleh satu perusahaan, itu artinya semua data Anda mulai dari jadwal alarm sampai apa yang Anda beli di Tokopedia akan bisa dilihat oleh perusahaan yang mengelola chip tersebut. Meski demikian ini sama sekali bukan masalah baru, toh selama ini ponsel kita sudah menjadi sarang informasi bagi para perusahaan besar.

Teknologi semakin lama semakin maju dan tak ada siapapun yang bisa menolak perkembangannya. Pada akhirnya manusia akan berevolusi untuk menerima perkembangan ini sehingga tak akan aneh jika di masa depan semua manusia bisa berkomunikasi tanpa membuka mulut, bisa bekerja tanpa menggerakkan tangan dan bahkan bisa berkencan di metaverse tanpa beranjak dari tempat tidur.

 

sumber