Web Analytics Made Easy - Statcounter

Cara Memberikan Pertolongan Pertama yang Salah

Pertolongan pertama sangat penting karena dapat menentukan kondisi pasien. Tapi niat baik saja tidak cukup untuk nyawa seseorang, karena Anda bisa berbuat salah jika kondisi pasien memburuk setelahnya.

Nah, berikut adalah hal-hal yang benar yang perlu diingat ketika menghadapi beberapa situasi darurat:

1. Jangan menggosok mata Anda!
Ketika hal-hal seperti debu masuk ke mata Anda, Anda mungkin ingin menggosok mata secara otomatis. Padahal, ini berbahaya karena bisa menyebabkan iritasi atau lebih parah lagi, benda asing bisa tersangkut di mata Anda.

Lakukan: Pejamkan mata Anda sesering mungkin agar air mata Anda mengeluarkan kotoran karena air mata Anda berfungsi sebagai pembersih mata.

2. Kompres dingin keseleo Anda alih-alih meletakkan sesuatu yang hangat di atasnya.
Mungkin nyaman untuk memberikan kompres hangat atau bantalan keseleo. Sayangnya, itu hanya akan memperburuk peradangan. Itu sebabnya Anda perlu menghindari kompres hangat pada kaki yang bengkok atau merendam kaki dalam air hangat.

Lakukan: Gunakan kompres dingin pada bagian yang sakit. Namun jika ingin menggunakan es batu jangan langsung ditaruh. Tutup es dengan kain lembut dan letakkan di bagian yang sakit selama 15 hingga 20 menit. Biarkan kompres selama beberapa saat dan kemudian oleskan lagi jika perlu.

3. Jangan mendongak saat mimisan!
Jika Anda melihat ke atas selama mimisan, darah kemungkinan akan mengalir ke kerongkongan, yang dapat menyebabkan mati lemas, batuk, dan masalah pernapasan.

Lakukan: Perbaiki hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk sambil duduk tegak. Tahan selama 15 menit. Sambil menunggu, bernapaslah melalui mulut sampai pendarahan berhenti. Jika pendarahan berlanjut dalam waktu 30 menit, cobalah untuk segera mendapatkan bantuan medis.

4. Usahakan untuk tidak menggunakan torniket untuk menghentikan pendarahan jika memungkinkan.
Tourniquet untuk menghentikan pendarahan direkomendasikan sebagai upaya terakhir hanya jika tidak ada lagi yang bisa digunakan. Ini karena menempel di dekat area pendarahan dengan tourniquet dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen.

Lakukan: Temukan selembar kain, kain kasa, atau perban yang sangat tebal. Tutupi area yang berdarah dengan kain atau perban dan tekan bagian atas area yang berdarah menggunakan tangan atau jari Anda. Meskipun aliran darah terus berlanjut, jangan lepaskan tekanan sampai Anda tiba di rumah sakit atau klinik.

5. Jangan memasukkan sendok ke dalam mulut saat seseorang mengalami serangan epilepsi!
Anda mungkin sering mendengar bahwa orang yang mengalami kejang harus memasukkan sendok ke dalam mulut agar tidak menggigit lidah.

Lakukan: Miringkan tubuh ke samping agar busa mengalir di mulutnya, dan dia bisa bernapas. Kejang biasanya berhenti dengan sendirinya. Namun, jika terjadi lebih dari 5 menit tanpa tanda-tanda perbaikan, harap hubungi petugas medis (118/021-65303118 untuk wilayah Jakarta atau 112 untuk seluruh Indonesia).

6. Berhenti menutupi luka bakar dengan es batu atau pasta gigi.
Jangan hanya menutupi luka bakar dengan es batu atau pasta gigi, karena keduanya dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Anda juga harus menghindari mengoleskan mentega.

Lakukan: Bilas luka bakar di bawah air bersih yang mengalir (bukan air es) selama 20 menit. Ingatlah bahwa Anda perlu membilasnya sedikit lebih lama karena mencegah panas merusak lapisan kulit Anda lebih jauh. Setelah itu, Anda bisa mengoleskan salep khusus untuk luka bakar atau pergi ke dokter.

7. Pergi ke rumah sakit terdekat saat darurat tidak selalu benar.
Dalam keadaan darurat, Anda mungkin ingin membawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat. Niat Anda mungkin baik; Namun, rumah sakit atau klinik terdekat belum tentu cocok atau mampu menangani kondisinya.

Baca Juga  Bagaimana cara menumbuhkan kuku lebih cepat? Ikuti 7 tips yang disetujui oleh dokter kulit ini

Lakukan: Anda harus lebih bijak dalam memilih rumah sakit. Keputusan ini sangat penting karena mungkin tidak ada peralatan atau fasilitas yang lengkap untuk menyelamatkan pasien. Terkadang yang terbaik adalah membawa pasien ke rumah sakit lain dengan fasilitas dan staf medis yang lebih baik. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui rumah sakit mana di daerah Anda yang terbaik untuk memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat tertentu seperti serangan jantung atau stroke.