Web Analytics Made Easy - Statcounter

Bisakah gym Anda menjadi hotspot COVID-19? Inilah yang ditemukan oleh penelitian

Infeksi SARs-CoV-2 merupakan penyakit saluran pernapasan yang dapat dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Sementara kontak langsung melibatkan penularan melalui tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi yang dihasilkan saat bersin, batuk dan bahkan saat berbicara, kontak tidak langsung terjadi ketika orang bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, dan kemudian menyentuh wajah, hidung atau mulut mereka, yang mengarah ke infeksi virus Corona. 19 infeksi.

Area publik yang ramai, tempat-tempat kontak dekat, dan ruang terbatas dan tertutup biasanya menjadi hotspot penyebaran COVID-19, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini juga dikenal sebagai “Tiga C”.

Karena itu, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa gym dapat menjadi ruang berisiko tinggi untuk virus corona. Pelakunya adalah aerosol, partikel kecil atau droplet yang dipandang sebagai penyumbang utama penularan COVID-19.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa berolahraga di ruang tertutup seperti gym dapat menyebabkan lebih banyak transmisi aerosol.

Namun, sebuah studi baru-baru ini oleh tim peneliti di Jerman melihat berapa banyak kabut yang dapat dipancarkan oleh satu orang selama latihan rutin yang intens.

Studi yang diterbitkan di PNAS pada 23 Mei menemukan bahwa orang menembakkan kabut sekitar 132 kali lebih banyak per menit selama latihan intensitas tinggi daripada saat mereka beristirahat. Hal ini menurut peneliti mengkhawatirkan. Tepatnya, orang yang beristirahat mengeluarkan rata-rata 580 partikel setiap menit, sedangkan mereka yang berolahraga memancarkan rata-rata 76.200 partikel per menit.

Untuk penelitian ini, para peneliti meminta 16 peserta untuk menghirup udara bersih dari masker wajah silikon, dan kemudian meminta mereka untuk menghembuskan napas ke dalam kantong plastik. Menurut Christian Kähler, seorang profesor di Institut Mekanika Fluida dan Aerodinamika di Universität der Bundeswehr München dan rekan penulis penelitian, ini membantu mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Baca Juga  Gerakan Yoga untuk Mengatasi Perut Kembung

Dia menemukan bahwa orang yang paling bugar melepaskan partikel aerosol 85 persen lebih banyak daripada orang yang tidak sehat. Artinya, mereka yang berlatih dan berolahraga secara teratur lebih mungkin memancarkan partikel aerosol dalam jumlah yang lebih besar, yang dapat berarti peningkatan risiko penularan.

Sejak awal pandemi, para ahli telah berulang kali menyoroti pentingnya memakai masker, menjaga jarak sosial dan mengikuti kebersihan tangan yang tepat. Ini berlaku untuk orang-orang yang mengunjungi gym.

Menurut sebuah studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan SARs-CoV-2 di pusat kebugaran adalah kemungkinan akibat dari kurangnya masker wajah, kontak dekat yang lama, dan ventilasi yang buruk.

Namun, sementara operator gym merasa tidak nyaman, mereka harus menerapkan masker wajah wajib dan jarak sosial untuk semua orang. Sebuah fasilitas kebugaran harus memiliki sistem ventilasi yang baik dan harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan secara teratur.

Untuk penggemar kebugaran, tidak ada tempat yang lebih indah dari gym. Namun, jika Anda ingin meminimalkan risiko tertular infeksi COVID-19, Anda dapat menggunakan olahraga di rumah.

Dapatkan peralatan olahraga Anda sendiri dan berlatihlah di rumah. Selain itu, Anda juga bisa melakukan olahraga berat badan yang memiliki manfaat yang hampir sama, namun dengan risiko yang lebih kecil. Selain itu, berjalan-jalan secara teratur di udara segar dan yoga dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.