Web Analytics Made Easy - Statcounter

Apakah pemanis buatan aman untuk jantung Anda?

Di dunia sekarang ini, minuman bernutrisi dan makanan dengan pemanis buatan menjadi perbincangan di antara orang-orang yang sadar akan kebugaran. Faktanya, pemanis buatan menemukan jalan mereka ke dalam makanan yang mengklaim sebagai alternatif rendah kalori untuk gula. Sebuah studi baru-baru ini menemukan kemungkinan hubungan antara konsumsi tinggi pemanis buatan dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Menurut hasil studi kolektif yang diterbitkan dalam British Medical Journal, risiko mengembangkan penyakit kardiovaskular (penyakit jantung koroner atau penyakit serebrovaskular) meningkat karena pemanis yang digunakan tidak hanya dalam minuman, tetapi juga dalam produk meja, produk susu, dan toko roti. . item dan banyak lagi.

“Pemanis buatan hadir di ribuan merek makanan dan minuman di seluruh dunia, tetapi tetap menjadi topik kontroversial dan saat ini sedang dievaluasi ulang oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia, dan lembaga kesehatan lainnya,” studi menyimpulkan.

Secara global, beberapa lembaga kesehatan telah menegaskan bahwa penggunaan pemanis buatan secara hati-hati mungkin merupakan ide yang baik. Tapi berlebihan bisa berbahaya.

Berikut adalah 4 alasan untuk menggunakan pemanis buatan dengan hati-hati:

1. Menyebabkan kenaikan berat badan
Kita sering memilih pemanis buatan karena kita selalu diberitahu bahwa mereka tidak akan mempengaruhi berat badan kita, tetapi ini tidak benar. Penggunaan pemanis buatan, terutama dalam minuman diet, telah dikaitkan dengan penambahan berat badan dan peningkatan lemak perut dari waktu ke waktu. Jelas, itu tidak berarti Anda harus beralih ke gula rafinasi. Sebaliknya, cobalah untuk mengurangi konsumsi gula secara umum, baik itu gula rafinasi atau gula buatan, yang keduanya dapat mempengaruhi berat badan Anda.

2. Meningkatnya keinginan akan gula
Pemanis buatan dapat mencegah kita mengasosiasikan rasa manis dengan asupan kalori. Akibatnya, kita bisa meningkatkan keinginan untuk manis, kecenderungan untuk memilih makanan manis daripada yang sehat, dan penambahan berat badan. Sebuah studi tahun 2017, dikutip oleh Pusat Informasi Bioteknologi Nasional, melaporkan bahwa pemanis buatan mengurangi rasa kenyang, dan dikaitkan dengan peningkatan konsumsi kalori dan penambahan berat badan.

Baca Juga  Bisakah kesepian menjadi alasan serangan jantung?

Juga jika Anda berpikir Anda bisa berhenti minum soda diet kapan pun Anda mau, jangan berasumsi. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemanis buatan bisa sangat membuat ketagihan sehingga Anda menginginkan lebih banyak gula.

3. Peningkatan risiko diabetes
Ketika pemanis buatan ini dikonsumsi, pankreas melepaskan insulin, yang ditafsirkan tubuh sebagai glukosa (karena rasanya yang manis).
Konsumsi pemanis buatan yang berlebihan dapat, menurut penelitian, menyebabkan resistensi insulin yang tinggi.

4. Ini mempengaruhi kesehatan usus Anda
Kita semua tahu betapa pentingnya menjaga campuran bakteri usus yang sehat untuk kesehatan secara keseluruhan. Menurut berbagai penelitian, mengkonsumsi banyak pemanis buatan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik, sehingga mempengaruhi kesehatan usus.