Indodax dan perkembangannya

Mata uang kripto semakin mendapat tempat di Indonesia. Seiring dengan peminatnya yang semakin besar, sejumlah mata uang kripto juga memiliki nilai yang semakin tinggi. Dengan begitu, tak heran jika sejumlah perusahaan penyedia mata uang kripto terus bermunculan. Indodax menjadi salah satu perusahaan yang telah berdiri cukup lama di bidang tersebut.

1. Berasal dari nama Bitcoin Indonesia

Didirikan oleh Oscar Darmawan dan William Sutanto, Indodax berdiri sejak 7 tahun silam, tepatnya pada tahun 2014. Awalnya, Oscar dan William memilih nama Bitcoin Indonesia sebagai nama perusahaannya. Namun, nama tersebut ternyata hanya bertahan selama 4 tahun saja.

2. Diganti ke Indodax

Hanya bertahan selama 4 tahun, nama Bitcoin Indonesia akhirnya diganti. Tepat pada bulan Maret tahun 2018, Bitcoin Indonesia memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Indodax atau kependekan dari Indoensia Digital Asset Exchange (indodax.com). Ternyata, Oscar dan William memiliki alasan tersendiri terkait keputusannya akan perubahan nama tersebut.

3. Bukan sebaai sistem pembayaran

Penggantian nama tersebut dilakukan karena misi yang diusung oleh Bitcoin Indonesia sudah berubah. Jika sebelumnya dikenal sebagai sistem pembayaran, kini Indodax memiliki visi untuk memberikan pelayanan dan support yang lebih kepada pengguna. Dengan begitu Indodax akhirnya melakukan rebranding, meski dalam sistem, struktur dan cara transaksi tidak ada yang berubah

4. Anggota lebih dari 2 juta member

Kini perusahaan berbasis teknologi bernama resmi PT Indodax Nasional Indonesia ini menjadi wadah bertemunya penjual dan pembeli dari aset digital, termasuk mata uang kripto. Bahkan, kini, perusahaan ini telah menjadi perusahaan penyedia dan fasilitator mata uang kripto terbesar di Indonesia.

Baca Juga  manfaat internet banking bagi nasabah seperti berikut kecuali

5. Capai 2 juta member

Sejak tahun 2014 silam, anggotanya telah berkembang mencapai 2 juta member yang tersebar di lebih dari 80 negara. Tak hanya itu, dalam sirkulasinya, ada sekitar 80 jenis aset kripto yang diperjual-belikan. Bahkan, setiap bulannya, Indodax memiliki 10 juta pengunjung dengan besaran trading mencapai Rp3 triliun

 Upbit Tebar Airdrop Total 2 BTC

Upbit, salah satu bursa aset digital terkemuka di dunia mengklaim akan membagikan airdrop total 2 BTC (Bitcoin) kepada pengguna Upbit Indonesia.

Total 2 BTC akan dikirimkan ke 4.000 pengguna Upbit Indonesia dengan verifikasi level 3 baru (masing-masing 0,005 BTC) yang menyetor Rp 1.000.000 atau lebih. Jumlah ini berdasarkan setiap setoran dimana setoran kurang dari Rp 1.000.000 tidak akan memenuhi syarat meskipun jumlah agregat/total lebih dari Rp1.000.000.

VP of Operations Upbit Indonesia Resna Raniadi mengungkapkan event ini kembali dilaksanakan, mengingat saat ini animo masyarakat Indonesia sedang meningkat untuk trading aset digital.

” Selain itu kami juga berharap agar event ini dapat memberi nilai tambah dan semangat untuk para member baru Upbit Indonesia, ” jelas Resna melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut Resna menyatakan sebagai bursa aset digital teregulasi di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Upbit Indonesia menyatakan akan terus memperkenalkan aset digital inovatif kepada penggunanya juga mendukung ekosistem blockchain Indonesia melalui kolaborasi dengan bursa teregulasi lainnya dan proyek-proyek blockchain inovatif.

 

” Event ini berlaku hingga tanggal 30 Mei 2021 pukul 23:59 WIB. Airdrop ini dapat selesai lebih cepat jika 4.000 pengguna pertama telah menyelesaikan setoran. Hanya pengguna baru yang menyelesaikan verifikasi level 3 yang dapat mengikuti event ini,” paparnya.

Baca Juga  Asuransi kesehatan Murni terbaik tahun 2021

Adapun hadiah total 2 BTC akan dibayarkan mingguan setiap hari Selasa kepada pengguna yang memenuhi syarat. Pembayaran pertama akan dilakukan pada 10 Mei 2021 dan terakhir pada 31 Mei 2021.

artikel asli dari akurat.co