Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita sering menjumpai dua jenis kalimat, yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Keduanya digunakan untuk menyampaikan ucapan seseorang, tetapi dengan cara yang berbeda. Memahami cara mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung sangat penting, terutama dalam menulis laporan, cerita, atau ringkasan percakapan.
Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan seseorang secara persis dan biasanya ditandai dengan tanda petik (“…”). Sementara itu, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali isi ucapan tersebut tanpa menggunakan tanda petik dan tidak harus sama persis dengan kata-kata aslinya.
Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Kalimat langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
Menggunakan tanda petik.
-
Huruf pertama pada kalimat di dalam tanda petik ditulis kapital.
-
Biasanya diikuti kata pengiring seperti kata, ujar, tanya, atau perintah.
Contoh:
Ibu berkata, “Kamu harus belajar lebih rajin.”
Sementara itu, kalimat tidak langsung memiliki ciri:
-
Tidak menggunakan tanda petik.
-
Disusun dalam bentuk kalimat berita.
-
Mengalami perubahan kata ganti, waktu, dan tempat.
Contoh:
Ibu berkata bahwa aku harus belajar lebih rajin.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa isi pesannya sama, tetapi bentuk kalimatnya berbeda.
Aturan Dasar Mengubah Kalimat Langsung ke Tidak Langsung
Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, yaitu:
-
Menghilangkan tanda petik.
-
Mengubah kata ganti orang, misalnya:
-
saya menjadi dia
-
aku menjadi ia atau dia
-
kamu menjadi dia atau mereka
-
-
Mengubah keterangan waktu dan tempat, seperti:
-
sekarang menjadi saat itu
-
hari ini menjadi hari itu
-
di sini menjadi di sana
-
-
Menyesuaikan jenis kalimat, apakah pernyataan, pertanyaan, atau perintah.
-
Mengubah intonasi menjadi kalimat berita.
Langkah-Langkah Mengubah Kalimat Langsung
Agar lebih mudah, lakukan langkah-langkah berikut:
-
Identifikasi jenis kalimatnya (pernyataan, tanya, atau perintah).
-
Tentukan kata penghubung yang tepat, seperti bahwa, apakah, agar, atau supaya.
-
Sesuaikan subjek dan predikat dengan perubahan kata ganti.
-
Ubah keterangan waktu dan tempat sesuai konteks.
Dengan mengikuti langkah ini, perubahan kalimat akan tetap mempertahankan makna aslinya.
Contoh Perubahan Kalimat
Kalimat Pernyataan
Kalimat langsung:
Ayah berkata, “Besok kita pergi ke rumah nenek.”
Kalimat tidak langsung:
Ayah berkata bahwa keesokan harinya mereka akan pergi ke rumah nenek.
Kalimat Tanya
Kalimat langsung:
Guru bertanya, “Apakah kamu sudah mengerjakan tugas?”
Kalimat tidak langsung:
Guru bertanya apakah aku sudah mengerjakan tugas.
Kalimat Perintah
Kalimat langsung:
Ibu berkata, “Tolong tutup pintu itu.”
Kalimat tidak langsung:
Ibu meminta agar aku menutup pintu itu.
Dari contoh-contoh tersebut terlihat adanya perubahan pada kata ganti, waktu, dan penggunaan kata penghubung.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering muncul antara lain:
-
Tidak mengubah kata ganti orang.
-
Salah menggunakan kata penghubung.
-
Lupa menyesuaikan keterangan waktu dan tempat.
-
Struktur kalimat menjadi tidak efektif atau rancu.
Kesalahan ini dapat membuat makna kalimat berubah atau menjadi kurang jelas.
Tips Mudah Menguasai Perubahan Kalimat
Agar lebih mahir, lakukan hal berikut:
-
Latihan secara rutin dengan berbagai jenis kalimat.
-
Baca ulang hasil perubahan untuk memastikan maknanya tetap sama.
-
Buat tabel perbandingan kata, seperti saya → dia, hari ini → hari itu, dan sebagainya.
Dengan latihan yang konsisten, kemampuan mengubah kalimat akan semakin terasah.
Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung memerlukan ketelitian, terutama dalam menyesuaikan kata ganti, waktu, dan struktur kalimat. Dengan memahami aturan dan sering berlatih, kamu akan lebih mudah menyampaikan kembali ucapan seseorang secara tepat dan efektif. Keterampilan ini sangat bermanfaat dalam kegiatan menulis maupun berbicara sehari-hari.